Home
Banner
Banner
Banner
Banner
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday15461
mod_vvisit_counterYesterday21807
mod_vvisit_counterThis week78173
mod_vvisit_counterLast week136147
mod_vvisit_counterThis month323690
mod_vvisit_counterLast month177521
mod_vvisit_counterAll days1538329

We have: 2 guests, 129 bots online
Your IP: 50.16.132.180
 , 
Today: Jun 19, 2013

Advertise

Home

Ternyata kita melebihi keledai. Tetap saja jatuh di lobang yang sama…


Add this to your website

 

 

 

Betapa manusia tidak merasa hidup merugi. Dalam kitab suci Alquran sudah dinyatakan dengan tegas bahwa manusia hidup dalam kerugian. Jika saja manusia percaya bahwa kelahirannya saat ini sesungguhnya sebagai akibat kesalahannya di masa lalu, niscaya mereka akan mewaspadai segala pikiran, ucapan serta perbuatannya. Kenyataannya banyak manusia yang mengaku beragama melakukan hal-hal yang sangat bertentangan dengan yang ‘KATANYA’ diyakini dan percayai. Ia tidak sadar bahwa sesungguhnya kelahirannya karena maha adil nya Tuhan.

Demi menjaga kemahadilan Nya, kita semua dilahirkan seakan baru bagaikan kertas putih. Namun sesungguhnya dalam otak bawah sadar kita tersimpan memori kehidupan-kehidupan masa lalu. Entah sudah berapa ribu tahun yang lalu. Dulu mungkin sangat sulit menjelaskan. Namun dengan teknologi komputer, penjelasan kondisi seperti ini sangatlah mudah dijelaskan. Setiap kelahiran kita memiliki cerita kehidupan. Nah setiap kehidupan ini kisahnya disimpan dalam satu file. Otak kita ini bagaikan hard disk untuk penyimpanan file memori setiap kehidupan.

 

Jadi tidaklah mengherankan bahwa bagian otak yang digunakan hanya berapa persen saja. Sedangkan space lainnya digunakan unatuk menyimpan file kehidupan sebelumnya. Semestinya kita lahir untuk memperbaiki diri agar ada peningkatan kualitas kejiwaan. Sayangnya kita semua amnesia alias lupa tujuan kelahiran. Sehingga terperosok lagi di lobang yang sama. Harta, tahta, dan wanita. Keterikatan pada ke-3 nya penyebab keberadaan kita di bumi. Dan dengan bangga kita melakukan pengulangan yang sama.

Ahhh… Keledai saja tidak mau jatuh di lobang yang sama. Kita?????

Pelepasan keterikatan duniawi adalah tujuan kelahiran di bumi. Wajar saja bila kualitas jiwa kita mengalami penurunan karena ketidak mampuan meniaga kemurnian dan pergaulan.  Kita begitu terjebak dalam alam pikiran ciptaan sendiri. Kita belum sadar bahwa hidup dalam alam ilusi. Alam yang selalu mengalami perubahan.

Semua manusia hidup dalam kerugian. Entah saat ini jadi pendeta atau ustads atau maling juga koruptor. Hanya nabi dan para suci yang sadar bahwa mereka hidup dalam kerugian. Oleh karenanya mereka takut hidup di dunia. Takut jatuh di lobang yang sama. Sesungguhnya mereka lahir dengan sadar atas kemauan sendiri untuk berbagi pengalaman agar manusia awam sadar bahwa hidup ini hanya karena kesalahan kita sendiri. Bukan karena hukuman Tuhan.

Tidak mengherankan bahwa jika para suci saat berusia muda sudah menempuh jalan spiritual. Tidak menunggu lama. Karena kesadaran mereka sangat kuat. Mereka lahir atas keinginan sendiri. Bukan seperti saya, lahir dalam ketidak sadaran. Keinginan kuat inilah yang menuntun menuju kemuliaan jiwa.

Tiada manusia yang tidak merugi…..

( sumber http://filsafat.kompasiana.com/2012/02/12/ternyata-kita-melebihi-keledai-tetap-saja-jatuh-di-lobang-yang-sama/ )

Ternyata kita melebihi keledai. Tetap saja jatuh di lobang yang sama…
Last Updated on Friday, 01 June 2012 10:46