Pikiran yang Merasa Pintar…..
Written by Administrator Friday, 02 March 2012 13:33
Tiada duka tanpa sebab. Rasa duka terjadi karena adanya kekecewaan yang disebabkan tiada terpenuhinya keinginan. Keinginan muncul dari ego yang ingin memuaskan nafsu angkara murka. Memang jika dikonfirmasi orang lain tentu mereka akan berkata bahwa hal tersebut lumrah atau biasa. Tetapi apakah memang demikian?
Menurut pandangan umum betul. Hanya sebagian kecil yang tidak setuju hal ini. Dan kalangan ini dikatagorikan kelompok aneh. Mengapa demikian? Karena bertentangan dengan pola pikir umum. Jalan pikiran yang bertentangan dengan pandangan umum pada akhirnya mengalami nasib tragis. Tiada seseorang pun nabi yang hidup nyaman. Namun mereka dimuliakan oleh Tuhan semesta alam.
Inilah hukum yang anomali. Hukum yang bertentangan dengan kakaidah umum. Namun mulia dihadapan Tuhan. Hukum yang selaras dengan hukum alam akan menjadi anomali dalam masyarakat umum. Untuk itu dibutuhkan kesadaran dan keberanian agar tetap waras hidup dimasyarakat yang tidak lagi waras. Benar sekali ramalan Ronggo Warsito. Zaman edan atau zaman kegelapan. Biasanya setelah itu akan diakhiri dengan munculnya zaman terang. Namun menjelang terbitnya matahari kesadaran biasanya diakhiri dengan zaman yang sangat gelap.
Alam memahami akan hal ini. Ada interaksi antara alam dan manusia. Alam akan melakukan purifikasi secara alami . Mereka yang hidup tidak selaras dengan alam akan tersingkir kan dengan sendirinya. Pertanyaan nya adalah apakah yang dimaksud dengan hidup selaras dengan alam? Selaras dengan alam adalah hidup sejalan dengan suara nurani. Itulah suara ilahi.
Suara yang terkubur di lubuk yang terdalam. Setiap insan memiliki namun lebih senang menutupi nya. Bukan kah dunia lebih senang jika ramai ? Siapa yang menutupi? Pikiran yang suka mengaku dirinya pintar. Mereka yang merasa pintar….
Ketika seorang Master ditanya oleh salah seorang muridnya, Master bagaimanakah ciri seorang yang tercerahkan. Jawab Sang Master, adalah yang merasa dirinya paling idiot. Jika seseorang merasa dirinya paling idiot ia akan selalu berupaya memperbaiki dirinya. Sebaliknya jika merasa dirinya pintar, ia akan cepat berpuas diri dan mandeglah perkembangannya.
Idiot dan kecerahan pikiran bagaikan dua sisi mata uang yang saling melengkapi. Tiada dapat dipisahkan. jika salah satu sisi tiada, mata uang tersebut tiada laku digunakan sebagai alat pembeli…..
( sumber http://filsafat.kompasiana.com/2012/02/19/pikiran-yang-merasa-pintar/ )















