Home
Banner
Banner
Banner
Banner
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday4371
mod_vvisit_counterYesterday7319
mod_vvisit_counterThis week46916
mod_vvisit_counterLast week40310
mod_vvisit_counterThis month106540
mod_vvisit_counterLast month27867
mod_vvisit_counterAll days1143658

We have: 2 guests, 83 bots online
Your IP: 23.20.196.179
 , 
Today: May 25, 2013

Advertise

Home

Selamat Datang Di Website Dibopiss

Spirit Ideologis Zakat

PDFPrintE-mail

Dibo Media

Written by Administrator

Oleh M Fuad Nasar

Islam memperlihatkan keberpihakan terhadap hak-hak dasar kaum miskin untuk dapat hidup secara layak. Kemiskinan tidak boleh dibiarkan menimbulkan disfungsi sosial. Di sinilah pentingnya zakat sebagai sistem pendistribusian kekayaan yang memungkinkan setiap orang dalam segala kondisi terjamin kebutuhan pokoknya.

Pada tahap pertama, setiap orang diwajibkan bekerja dan berusaha untuk mencukupi kebutuhan hidupnya. Di samping itu, Islam menetapkan adanya kewajiban untuk memenuhi hak kerabat sebagai perintah agama dan perbuatan baik yang utama.

Dalam sejarah telah dibuktikan sebagai contoh pada masa Khalifah Umar bin Khattab (634 - 644 M). Khalifah mengeluarkan kebijakan memberi jaminan pemenuhan kebutuhan pokok bagi fakir miskin, baik Muslim maupun dzimmi (warga negara non-Muslim). Baitulmal pada masa Umar bahkan membiayai pernikahan Muslim yang tidak mampu, membayar utang-utang rakyat yang tidak mampu, dan memberikan biaya kepada para petani agar mereka menanami tanahnya.

Last Updated on Thursday, 12 January 2012 12:16

Read more...

 

Bahaya Menuduh Kafir

PDFPrintE-mail

Dibo Media

Written by Administrator

Oleh: Imron Baehaqi Lc

Menuduh adalah suatu perbuatan yang tidak menyenangkan. Orang yang dituduh akan terluka hatinya, apalagi tuduhan yang dialamatkan kepada dirinya tidak disertai dengan bukti-bukti yang benar. Tentu ia akan merasa sangat terzholimi. Tuduhan seperti ini biasanya akan menimbulkan efek-efek negatif, seperti jalinan persaudaraan yang tidak harmonis, penceraian dalam rumah tangga, hilangnya kepercayaan dan harga diri, hilangnya pekerjaan dan jabatan dan sebagainya. Namun efek yang paling berbahaya adalah kerusakan akidah bagi pelakunya.

Oleh sebab itu, Islam telah memperingatkan kepada umatnya supaya tidak melakukan sembarang tuduhan  kepada saudara seagamanya. Peringatan ini bisa dilihat dari beratnya hukuman atas seorang yang menuduh suatu perbuatan keji terhadap sesama saudaranya sendiri. Seperti menuduh melakukan perbuatan zina (qadzaf) sedangkan dia tidak mampu menghadirkan empat orang saksi, maka hukuman bagi orang yang menuduh itu adalah didera sebanyak 80 kali dera. (QS. An-Nur:4-5).

Demikian pula menuduh kafir tanpa keterangan yang dapat dipercaya adalah suatu perbuatan yang tidak dibenarkan dalam Islam. Tuduhan inilah yang menimbulkan efek paling berbahaya tadi, yaitu rusaknya akidah.

Last Updated on Thursday, 12 January 2012 12:18

Read more...

 
 

Misi Iblis

PDFPrintE-mail

Dibo Media

Written by Administrator

Oleh: Akhmad Arifin


Iblis adalah makhluk dari golongan bangsa jin (QS 18: 50). Sebagaimana kita ketahui, dia tidak mau melaksanakan perintah Tuhannya untuk sujud kepada nabi Adam (QS 7: 11). Ia enggan ikut bersama malaikat untuk sujud (QS 15: 31). Sehingga Allah SWT bertanya kepadanya, “Hai iblis, apakah yang menghalangimu untuk sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua tangan-Ku ini?” Kata Iblis: “Aku lebih baik darinya, sebab Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah” (QS 38: 75-76).

Itulah iblis, makhluk pertama pembangkang perintah Allah SWT. Kelancangan yang tak layak dinampakkan di hadapan Sang Pencipta. Dan, apapun alasannya itu menjadikan ia terusir dari surga (QS 38: 77). Jadilah ia hina (QS 7: 13), terkutuk (QS 15: 34), sesat (QS 15: 39), dan bahkan termasuk golongan kafir (QS 2: 34).

Usai pembangkangan, iblis berdoa supaya tetap hidup hingga hari kiamat (QS 7: 14). Harapannya, agar dapat menyesatkan seluruh manusia (QS 38: 82). Tentu saja, semua tipu daya dijalankan. Segala rupa misi diterapkan, asalkan tercapai targetnya, yaitu menjadikan manusia sesat.

Mari, kita tengok apa saja misinya:

Last Updated on Thursday, 12 January 2012 12:30

Read more...

 
 

Pohon Kehidupan

PDFPrintE-mail

Dibo Media

Written by Administrator

Oleh Nasihin Masha

"Jadilah pohon. Akarnya menghunjam dan menyebar."
"Patus, kau jangan gila lagi."
Walau tak sedang bermain teater, Patus selalu tampil bak sedang pentas. Ia menganggap kehidupan seperti panggung saja. Vokalnya kuat dan artikulasinya mantap, buah berlatih di klub teaternya di kampus. Persis seperti Butet Kertarajasa. Gerakan tangannya menirukan langgam Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

"Ia tak hanya mencengkeram, tapi juga menjadi wahana. Bukit akan runtuh tanpanya. Udara jadi panas tanpa oksigennya." Suaranya semakin lantang.
"Aku bukan anggota Teater Si Anak. Jangan berteater dengan saya," Mamat yang menjadi kawan sekamar di kos-kosan mulai kesal menghardik.
"Aku sedang serius bicara sama kamu, Mat."

"Pohon itu memberi kehidupan. Menjaga keseimbangan semesta dan menjadi bel pertanda kehidupan yang sehat."
"Lagakmu kayak mahasiswa biologi saja."

"Pengusaha itu seperti pohon, Mat ..."

Last Updated on Thursday, 12 January 2012 12:31

Read more...

 
 

Tujuh Juta Kelas Menengah Per Tahun?

PDFPrintE-mail

Dibo Media

Written by Administrator

Oleh Ahmad Syafii Maarif

Inilah berita mewah yang dilansir media sejak 2010: Indonesia kedatangan tujuh juta kelas menengah saban tahun. Bank Dunia bahkan mengatakan, di antara 237 juta (sensus 2010) penduduk Indonesia sebesar 56,5 persen sudah tergolong kelas menengah. Jika alur gelombang ini dipercaya, dalam 10 tahun akan datang, mayoritas rakyat Indonesia akan terangkat menjadi kelas menengah.

Hal tersebut merupakan sebuah mobilitas sosio-ekonomi yang sungguh dahsyat. Tetapi, Bank Dunia-dulu pernah memuji akhir era Orde Baru saat hampir runtuh-memberi batasan yang menyesatkan tentang kelas menengah itu, yaitu didasarkan pada jumlah belanja masyarakat yang bergerak dari 2 dolar sampai 20 dolar AS per hari, sebuah batasan yang teramat longgar.

Sebagai seorang yang awam dalam masalah ekonomi, saya tak henti bertanya tentang kondisi pekerja bangunan, misalnya, dengan pendapatan Rp 30 ribu per hari atau Rp 720 ribu per bulan (24 hari kerja), apakah tergolong kelas menengah jika ia membelanjakan penghasilannya itu sebesar 2 dolar AS (Rp. 18.000) per hari?

Last Updated on Thursday, 12 January 2012 12:27

Read more...

 
 

More Articles...

<< Start < Prev 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 Next > End >>

Page 93 of 119